Nikmati Legendarinya Gudeg Jogja

Nikmati Legendarinya Gudeg Jogja

Nikmati Legendarinya Gudeg Jogja – Gudeg Sebagai salah satunya makanan ciri khas nusantara yang paling menempel dengan Kota Yogyakarta.

Ini telah tidak aneh kembali karena makanan yang ini sudah lama sekali dikenali oleh warga Yogyakarta.

Nikmati Legendarinya Gudeg Jogja dan Varian nya

Langkah pembikinannya lumayan sederhana nangka itu awalnya direbus plus tambahan gule dan santan kelapa.

Baca Juga: Nikmati Kesegaran Minuman Khas Eropa

Umumnya olahan makanan ini disajikan bersama nasi putih dan tambahan toping yang lain seperti ayam, telur rebus, tahu-tempe dan sambal goreng krecek.

Variasi Gudeg

Ada dua tipe variasi dari gudeg Jogja yaitu gudeg basah dan gudeg kering bedanya dari jumlahnya ukuran santannya. Gudeg kering ukuran santannya sedikit sedang gudeng basah mempunyai ukuran santan yang semakin banyak.

Pada awalnya memang Gudeg Jogja lebih dikenali dengan gudeg basahnya. Tetapi, bersamaan perubahannya mulai dibuatlah gudeg kering yang ditujukan untuk penuhi keinginan oleh-olehan hingga lebih ringkas untuk dibawa.

Dengan hadirnya gudeg kering membuat makanan ciri khas Jogja ini makin terkenal. Warga lebih dipermudahkan kecuali ringkas, makanan ini juga lebih bertahan lama hingga pas untuk jadi sebagai oleh-olehan.

Ini tentu saja berpengaruh bagus untuk ekonomi masyarakat dengan makin bertambahnya industri rumahan yang ada.

Nikmati Legendarinya Riwayat Gudeg Jogja

Makanan ciri khas ini awalannya sebagai makanan yang cuman dimakan oleh warga biasa-biasa saja. Untuk mengakali keperluan makan warga yang umumnya ialah beberapa karyawan, mereka membuat makanan dari nangka muda itu.

Penyeleksian Nangka muda, dilandasi oleh alasan gampang didapatkan. Karena jumlah nangka itu banyak, diolahlah dalam jatah yang besar.

Dalam mengolah nangka itu, beberapa karyawan memakai alat pengaduk berbentuk alat seperti dayung perahu.

Tehnik mengeduk itu dengan bahasa Jawa disebutkan hangudek atau hangudeg. Pada akhirnya dari situlah nama gudeg berasal.

Di tahun 1600-an Gudeg Jogja makin terkenal sebagai salah satunya hidangan yang disajikan untuk tamu kerajaan. Pada waktu itu, Raden Mas Cebolang berkunjung ke Padepokan Pangeran Tembayat yang sekarang ini ada di daerah Klaten.

Di situ Pangeran Tembayat melayani tamunya yang namanya Ki Anom dengan bermacam makanan dan diantaranya ialah gudeg.

Tempat Makan Gudeg Yang Terkenal di Jogja

  1. Gudeg Yu Djum Wijilan 167

Gudeg Yu Djum dapat disebut salah satunya tempat paling menjadi legenda karena resep yang digunakan telah turun-temurun diturunkan sampai empat angkatan.

Tempat yang ini benar-benar cocok untuk didatangi untuk mereka yang cari menu gudeg kering sebagai oleh-olehan.

Posisi Gudeg Yu Djum Wijilan 167: Jalan Wijilan No. 167 Panembahan, Kraton, Yogyakarta, Wilayah Spesial Yogyakarta

Jam Operasional: jam 06.00 sampai 22.00

Harga: Sejumlah Rp. 30.000,00 per jatah

  1. Gudeg Manggar Bu Tinur

Warung gudeg Jogja yang satu pas didatangi untuk mereka yang ingin mencicip gudeg dengan variasi yang lain.

Walau bahan yang dipakai sedikit berlainan dengan gudeg yang lain, tetapi langkah mengolahnya masih memakai bumbu yang serupa dengan gudeg biasanya.

Alamat : Jalan Bibis Raya RT.04, Desa Gendheng, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Wilayah Spesial Yogyakarta

Jam Operasional : 08.00-20.30

Harga : Sejumlah Rp. 30.000,00 per jatah

  1. Gudeg Pawon

Gudeg jogja sebagai salah satunya makanan yang terkenal dikonsumsi saat sebelum mengawali rutinitas atau secara singkat sebagai menu makan pagi.

Tetapi Gudeg Pawon malah kebalikannya, warung ini justru membuka di saat mendekati malam hari persisnya jam 6 petang.

Ini bukan tanpa ada alasan, gudeg manis komplet dengan sambal goreng krecek, ayam, dan cabe hijau yang ditawarkan di dapur (pawon) ini mempunyai cita-rasa yang paling sedap.

Alamat: Jl. Janturan UH/IV No. 36, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Wilayah Spesial Yogyakarta

Jam Operasional: 18.00-21.00

Harga: sejumlah Rp. 30.000,00 per jatah

  1. Gudeg Permata Bu Narti/Bu Pujo

Gudeg Permata Bu Pujo sebagai warung gudeg yang lain yang mulai jualan saat malam hari, yaitu start pukul 9 malam.

Oleh karena itu, tek bingung bila yang ingin mencicip masakan ini harus ikhlas mengantre lebih dulu. Posisi: Jalan Gajah Mada, RT. 36 / RW. 07, Gunungketur, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Wilayah Spesial Yogyakarta

Jam Operasional : 20.00 sampai 01.00 untuk hari Minggu warung makan yang ini tutup

Harga: Dimulai dari Rp. 10.000 per jatah

  1. Gudeg Mbah Lindu

Umumnya penjual gudeg populer yang berada di Yogya telah mewarisi resepnya ke angkatan selanjutnya. Tetapi berlainan dengan Mbah Lindu.

Warung ini telah jualan semenjak jaman penjajahan Jepang dan sekarang mempunyai kepopulerannya sendiri.

Di lain sisi Mbah lindu dikenal juga akan keramahannya, beliau akan suka hati menceritakan mengenai perjalanan berjualannya terhitung berbisnis dengan mata uang benggol dan sen.

Dengan keadaan itu, tidaklah aneh bila tempat yang ini benar-benar kental akan situasi ciri khas Jogja-nya. Bahkan juga, siapa kira bila rasa gudeg yang didatangkan oleh Mbah Lindu rupanya masihlah sama dengan zaman penjajahan dahulu.

Tetapi, sekarang ini Mbah Lindu telah wafat pada tanggal 12 Juli tahun 2020 lalu, dan saat ini dilanjutkan oleh angkatan penerusnya.

Posisi: Jl. Sosrowijayan, Sosromenduran, Gedong Tengen, Kota Yogyakarta, Wilayah Spesial Yogyakarta

Harga: Dimulai dari Rp. 15.000 per jatah

  1. Gudeg Mercon Bu Tinah

Biasa rasakan Gudeg Jogja dengan rasa yang manis, kemungkinan pengunjung harus mencicip gudeg dengan rasa yang lain.

Walau populer pedas, salah satunya spot makan gudeg Jogja ini selalu penuh oleh pengunjung. Bahkan juga sering juga aktris ibu-kota tiba dan mencicip pedasnya kulineran yang ini.

Posisi: Jl. Asem Gede No.8, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Jogja, Wilayah Spesial Yogyakarta

Jam membuka: 21.30-01.00

Harga: Dimulai dari Rp. 16.000 per jatah

  1. Gudeg Ceker Seturan SR (Mbak Indras)

Potongan paha bawah atau dada ayam daerah memang faktor yang umum ditemui pada masakan Gudeg Jogja. Tetapi, tidak kelirunya bila menukarnya dengan sisi ceker ayam yang tentu saja akan memberi cita-rasa yang lain.

Untuk yang ketarik, dapat bertandang ke warung Sedep Raos, Seturan. Disamping itu rasanya yang tidak begitu manis benar-benar cocok bersatu dengan sambal krecek yang pedas.

Selanjutnya, ceker ayamnya juga benar-benar halus dan gampang dikonsumsi. Tempat ini juga benar-benar pas untuk didatangi untuk mereka yang ingin mencicip hidangan gudeg yang lain dari lainnya.

Posisi: Jl. Affandi No.30, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Wilayah Spesial Yogyakarta

Harga: Dimulai dari Rp. 8.000 per jatah gudeg ceker

  1. Gudeg Manggar Bu Jumilan

Jika Gudeg Jogja umumnya memiliki bahan landasan nangka muda, tidak begitu dengan Gudeg Manggar yang dari wilayah Bantul.

Bahan yang dipakai ialah bunga muda pohon kelapa, yang jadikan struktur gudeg jadi lebih padat. Walau demikian, rasa ciri khas gudeg yang manis, areh yang renyah dan sambal krecek yang pedas masih dipertahankan.

Posisi: Jalan Srandakan Km.8, Mangiran, Trimurti, Kec. Srandakan, Bantul, Wilayah Spesial Yogyakarta

Harga: Dimulai dari Rp. 8.000 per jatah

Nach begitu sedikit narasi masalah Gudeg, bahan, tipe, riwayat, dan beberapa tempat favorite yang sediakan Gudeg Jogja.

Untuk pengunjung yang berekreasi ke Jogja, menjadi harus hukumnya untuk mencicip beberapa opsi dari Gudeg di atas.